Minggu, 02 Oktober 2011

Tinjauan Umum tentang VO2 Max

Tinjauan Umum tentang VO2 Max
Gatot Jariono
Pengertian VO2 Max, yaitu Kapasitas maksimal aerobik individu adalah indikator potensi aerobik untuk melakukan suatu kinerja tanpa menggunakan penyediaan energi secara anaerobic. Aerobic power, aerobic capacity dan maximal oxygen uptake biasa disebut dengan VO2max. Pengukuran VO2max adalah volume maksimal konsumsi oxygen per menit per kilogram berat badan yang disingkat ml.kg-1.min-1 atau ml/kg/min. Konsumsi oksigen maksimum yang biasa disebut VO2max adalah salah satu dari indikator fitness untuk mengukur performa individu. Kemampuan mengonsumsi oksigen menentukan produktivitas kerja maksimal per satuan waktu. Semakin tinggi VO2max semakin tinggi pula potensi kerja yang dapat dilakukan. Aerobik Fitnes Advisor VO2max adalah the highest rate of oxygen consumption attainable during maximal or exhaustive exercise.


3.Faktor-faktor yang memengaruhi VO2Max
Ada tiga faktor utama yang menentukan maximal oxygen consumption yaitu:
a. Cardiac output
Cardiac output adalah volume darah yang dapat dipompakan jantung permenit. Jumlahnya ditentukan oleh hasil perkalian antara stroke volume dan heart rate. Adapun stroke volume adalah volume darah yang dikeluarkan pada tiap kontraksi ventrikel. Heart rate adalah frekuensi kontraksi ventrikel permenit yang merupakan akumulasi pengaturan otoritmiitas dan pengaturan otomatis syaraf otonom.
b.The oxygen carrying capacity of the blood
The oxygen carrying capacity of the blood adalah kapasitas atau kemampuan darah untuk mengangkut oxygen yang ditentukan oleh kadar hemoglobin di sel darah merah. Proses yang sangat diperankan oleh hemoglobin ini mulai dari pertukaran gas dan transport gas ke perifer.
Pertukaran gas di tingkat kapiler paru dan kapiler jaringan terjadi melalui difusi pasif sederhana O2 dan CO2 mengikuti penurunan gradien tekanan partial. Tidak terjadi mekanisme transpor aktif bagi kedua gas tersebut. Dalam dara O2 terdapat dalam dua bentuk: larut secara fisik (1,5%) dan terikat secara kimiawi ke hemoglobin (98,5%).

c. Gradien tekanan
Kecepatan pertukaran gas meningkat jika gradien tekanan partial meningkat. Hal ini merupakan penentu utama pertukaran gas.
1). Luas permukaan
Kecepatan pertukaran gas meningkat jika luas permukaan meningkat. Luas permukaan tetap selama istirahat, tetapi akan meningkat selama olah raga karena semakin banyak jumlah kapiler paru terbuka saat curah jantung meningkat dan alveolus lebih banyak yang mengembang karena pernafasan menjadi lebih dalam.

2). Ketebalan membran
Dalam keadaan normal ketebalan tidak berubah, ketebalan meningkat pada keadaan patologis seperti edema paru, fibrosis paru, dan pneumonia.
3). Koefisien difusi
Kecepatan pertukaran meningkat jika koefisien difusi meningkat. Koefisien difusi CO2 lebih besar 20 kali lipat dibandingkan dengan O2 mengimbangi gradien tekanan CO2 yang lebih kecil; dengan demikian jumlah O2 dan CO2 yang dipindahkan menembus membran kira-kira setara.

4). Kemampuan otot untuk menggunakan oxygen yang disediakan
VO2max sangat lekat dengan kapasitas fungsi kardiovaskuler-respirasi untuk mentransport darah dan menentukan kemampuan pemeliharaan dan homeostasis biokimia otot selama kerja maksimal/submaksimal. Respon kardiopulmonary dapat ditingkatkan dengan suatu program latihan yang berdampak peningkatan fungsi fisiologis. Program latihan yang dapat meningkatkan daya tahan dan VO2 max dapat dilakukan melalui latihan yang dinamis seperti: lari, sircuit training dan cross country selama 20 sampai 60 menit persesi, tiga sampai empat kali perminggu, terbukti meningkatkan VO2 max 50 sampai 80%. kutipan :Alexander GJ, 2005, What is VO2 Max. 2008 Fitness Trainer Specialis in Performace. www.networkfitnes.com).
Daftar Pustaka
Agus Mahendra, Sugiyanto, Toto Subroto. 2004. Dasar-dasar Belaja Gerak, Jakarta: Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah.
Alexander GJ, 2005, What is VO2 Max. 2008 Fitness Trainer Specialis in Performace. Online. (www.networkfitnes.com). Diakses 18 Nopember 2009.
Asep Kurnia Nenggala,2006. Pendidikan Jasmani, Olaharaga dan Kesehatan Sekolah menengah Pertama Berdasarkan Kompetensi dan Kompetensi Dasar 2006, Grafindo Media Pratama.
Bompa OT.1994. Theory and Methodology of Trsining-the Key Atletik Ferformance, Toronto,Ontario, Kendal Hunt
Engkos Kosasi. 1993. Tehnik dan Program Latihan Olahraga, Akademika Prasindo, Jakarta.
Hamalik, Oemar. 1987.Phisikologi Belajar Mengajar, Jakarta: Sinar Baru Algesindo.
Harsono, 1998. Coaching dan Aspek-aspek psikologis Dalam Coaching. Jakarta: P2LPTK Ditjendikti Depdikbud.
Harsuki. 2003. Perkembangan Olahraga Terkini,kajian Para Pakar. Jakarta: Grafindo Persada.
Yunus, F. 1997. Latihan dan Pernapasan. Jakarta: Jurnal Respirologi Indonesia. Online (http://ahimztdoctorwannabe.blogspot.com/ 2009/02/dasar sistem- kardiovascular-dan-sedikit.html). Diakses 9 Maret 2009
Zainal Abidin. 2007. ”Hubungan Antara Olahraga Dan Sistem Cardiovasculer Dalam Berbagai macam Ragam Tingkat Frekuen dan Intensitas Olahraga.” Jurnal IPTEK Olahraga. Litbang KONI Pusat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar